“Aku akan
terlambat!” batinku sembari berlari dengan koper-koperku menuju pesawat yang
akan segera lepas landas.
Suara gemuruh terdengar lebih
cepat dari lariku.
“Ahh..” keluhku sembari
membanting diri di tepi bandara.
Pesawat yang kunanti sudah
pergi. Aku menyesal telah membuang waktu bersama dengan Venia sebelum aku
datang bandara ini. Aku benar-benar payah dalam memanagemen waktu.
“Ah. Pesawatnya sudah pergi!” ucap
seseorang dengan membawa sebuah kotak bekal.
Tatapan mata aku ajukan sembari
berusaha mendongak pada sosok lelaki tinggi yang berdiri di sampingku.
Seseorang dengan kulit bewarna
cerah, rambut berwarna hitam dengan poni diatas alis tebal, bibir tipis, dan baju
berwarna biru bergaris yang diselimuti oleh jas putih membuat mata ini
terpikat.
Apakah dia..?
“Lee Hongki oppa?” ucapku
sembari terus mendongak pada tubuhnya yang kini menatapku.
“Kamu mengenalku?” jawab lelaki
itu membuat panas tubuh ini beranjak naik dengan drastis.
“Aku suka dengan FTISLAND. Aku
adalah fans kalian!” teriakku gembira sembari terus menatap wajah tampannya
yang kini ia alihkan pada yang lain.
“Terima kasih. Aku tidak
menyangka bisa bertemu langsung dengan fansku. Hmm. Aku pernah melihatmu di
suatu tempat.” ucap Lee Hongki sembari berpikir keras.
Aku hanya bisa berdecak kagum
dengan penampakannya saat ini. Ini benar-benar di luar dugaan!
“Ah. Aku tidak sengaja melihat
sebuah pamflet dimana kamu mengadakan sebuah konser disini. Apakah kamu
penyanyi dari Indonesia?” ucap Lee Hongki membuat seluruh wajah ini memerah
dengan hebat.
Sebelum aku menjawab
pertanyaannya, sebuah ponsel berdering dengan keras dari ponsel artis idamanku
itu.
“Maaf aku ada sebuah rekaman.
Kami mau mengadakan sebuah konser di Singapore Indoor Stadium. Aku harap kamu
datang. Oh ya. Ini aku berikan padamu. Sampai jumpa.” ucap Lee Hongki sembari
menyerahkan kotak bekal bawaannya padaku.
Aku terkejut sembari terus
menatap kepergian lelaki itu. Aku lantas membuka kotak bekal dan mendapati
sebuah Samgyetang dengan aroma yang
menusuk hidung ada di hadapanku.
“Ini adalah makanan favoritnya
dan dia memberikannya padaku?” batinku sembari terus menahan bibir ini agar
tidak berteriak dengan hebat.
Sesuap sup ayam itu aku santap.
Rasa yang benar-benar enak, segar, dan
hangat membuat mulut ini terus menikmatinya. Apalagi ini buatan Lee Hongki. Oh my God!
Keterlambatanku
untuk kembali pulang ternyata tidak membuat sebuah kemalangan dalam hari-hariku.
Aku lantas kembali ke apartemen sembari kembali menikmati Samgyetang buatan Lee Hongki. Yummy!
Sebuah lagu Ftisland berjudul “Hope” terdengar keras dari ponselku. Aku
menutup bekal makanan itu dan menyambar cepat ponselku.
Nomor yang tidak diketahui
muncul dalam ponsel ini. Sebuah keraguan muncul dalam benakku. Siapa ini?
“Halo?” ucapku sembari mendengar
suara peralatan musik yang dipersiapkan.
“Apa ini Ursula? Aku harap kamu
jangan menutup telpon ya. Ini kami FTISLAND.” ucap Lee Hong Ki dengan nadanya
yang sangat ramah.
Aku lantas menekan tombol
pengeras suara dan menyandarkan ponselku di atas meja makanku.
Sebuah lagu berjudul “Time To”
terdengar bersemangat muncul dari layar ponselku. Tunggu. Apakah mereka
memainkan lagu ini untukku? Debaran jantung yang tak terhentikan membuatku
hanya bisa berdiam diri. Tanganku bergetar, detak jantungku berdetak cepat,
wajah merah memanasi wajah dan telingaku, seluruh tubuhku menggigil, dan
kekaguman membuat mulutku tidak bisa mengeluarkan suara apapun.
“Ini persembahan dari kami.
Kenapa? Karena kamu sempat memperkenalkan kembali band kami saat kamu
mengadakan konser sebelumnya. Terima kasih banyak Ursula.” ucap Lee Hong Ki
sembari kembali memainkan lagunya yang lain.
Lagu kali ini berjudul “Pray”.
Suara yang Lee Hong Ki ajukan benar-benar mampu membuat bulu kuduk ini berdiri.
Teriakan penuh semangat dan penampilan mempesona tebayang manis dalam
bayanganku. Aku benar-benar jatuh cinta pada penampilan mereka.
Pagi yang berbeda menyambutku
dengan lebih hangat. Suasana sejuk apartemen membuatku lantas bergegas
membersihkan diri dan berpenampilan rapi.
Ketukan pintu terdengar memekakkan
telinga.
Aku bingung siapa orang yang mau
bertemu denganku pagi-pagi begini.
“Ursula, kamu dicariin tuh di
bawah.” ucap temanku Venia.
“Siapa?” tanyaku sembari
mengunci pintu kamarku.
“Teman lamamu.” ucap Venia
dengan wajah penuh keraguan.
Aku lantas melangkahkan kaki dan
menaiki lift.
Sebuah sapaan tak terduga aku
dapatkan dari seekor anjing.
“Elisya!!” teriak seseorang yang
kini sedang memeluk mesra anjingnya.
Lee Hong Ki!
Kali ini ia tidak sendirian. Dia
membawa seluruh anggotanya. Ada Jonghun, Jaejin, Seunghyun, dan Minhwan. Aku benar-benar terkejut. Pakaian mereka
sangat fashionable. Aku menjadi
minder dengan mereka.
“Ursula, lihat bahkan Elisya
suka denganmu.” ucap Lee Hong Ki sembari terus bermain dengan anjingnya.
Sebuah senyuman aku ajukan
sembari ikut bermain dengannya. Sapaan ramah mereka ajukan membuat tubuh ini
semakin menggigil karena kagum.
“Kamu fans FTISLAND?” tanya
Jaejin sembari menatapku dengan percaya diri.
“Iya.” jawabku singkat sembari
terus memegang kursiku yang terasa dingin ini.
“Aku dengar kamu membuat lagumu
sendiri ya? Aku senang mendengarnya. Aku akan datang ke konsermu jika kamu
mengadakannya nanti.” ucap Jonghun membuat wajah ini semakin merah.
“Terima kasih, oppa.” jawabku
sembari terus memperbaiki kaca mataku yang terasa longgar.
Suasana semakin santai. Mereka
menanya kegiatanku, hobiku, kesukaanku, tempat tinggalku, dan alasan mengapa
aku menyukai mereka. Kedekatan ini perlahan-lahan membuatku lebih berani
berbicara pada mereka dari sebelumnya.
Tawa mereka ajukan bersamaan
saat aku mengucapkan sebuah guyonan tentang diriku sendiri. Senyuman-senyuman
mereka membuatku semakin ingin lama bersama mereka.
“Bagaimana Samgyetang yang kubuat? Apakah kamu suka?” tanya Lee Hong Ki
membuyarkan lamunanku.
“Oh. Kamu memberikan makanan
lezat itu pada Ursula? Eh. Apa kamu tidak berniat memasakkan kami anggota band
mu?” ucap Jaejin sembari menunjukkan wajah aegyonya.
Elisya mengendus kaki Jaejin
dalam jangka waktu yang lama. Setelah menyadari keberadaan anjing itu, ia mulai
bersin dan gatal-gatal. Sontak Lee Hong Ki mengambil Elisya menjauh dari
anggotanya itu.
“Kenapa oppa?” tanyaku panik
sembari terus menatapnya.
“Ah. Aku alergi anjing.” ucap
Jaejin yang terus menggaruk-nggaruk tubuhnya.
Aku lantas memberikan ia obat
alergi yang selalu aku bawa kemana-mana. Ia menerimanya dan tubuhnya perlahan
tidak merasakan gatal lagi.
Cuaca sudah semakin gelap. Mereka
lantas pulang dan lagi-lagi memainkan sebuah lagu persembahan untukku. Kali ini
lagu yang mereka mainkan adalah “Like Birds”.
Lagu yang bahagia membuat
senyumanku tidak luput dari wajahku. Goyangan kecil aku ajukan sembari
menikmati penampilan mereka. Meskipun
ini bukan pertunjukan, mereka mampu menyajikannya sama luar biasanya seperti di
pertunjukkan. Inilah yang aku banggakan dari mereka. Mereka benar-benar profesional.
Konser FTISLAND di Singapore
Indoor Stadium telah dimulai. Sebuah kendala membuat aku tidak bisa datang
langsung di gedung itu. Aku lantas melihat penampilan mereka di layar TV dengan
penuh kebanggaan.
Hari ini aku harus kembali ke
Indonesia. Dan, aku tidak boleh terlambat lagi. Aku lantas cepat mengemasi
barang-barangku dan bersiap di bandara.
Lagi-lagi takdir mempertemukan
aku dengan FTISLAND. Mereka juga membawa beberapa koper. Apa mereka juga akan
meninggalkan negara ini dan pergi bersamaku ke Indonesia?
“Ursula. Apa kamu datang
kemarin?” tanya Lee Hong Ki dengan penuh antusias.
“Maaf oppa aku tidak datang.” balasku
sembari menundukkan wajah dengan sedih.
“Kamu mau kemana?” tanya Jaejin
dengan wajah penuh tanya.
“Aku mau pulang ke Indonesia.
Bagaimana dengan kalian?” tanyaku membuat semuanya mengangguk.
“Kami juga mau pulang ke Korea.
Ya. Kami berharap bisa berjumpa dengan kamu lagi. Jadilah penyanyi yang terbaik
ya. Tanamkan prinsip di dalam hatimu bahwa kamu harus membanggakan negaramu.
Kami akan menunggu puncak-puncak kejayaanmu nanti. Haenguneul bileoyo (semangat)”
ucap Lee Hong Ki sembari memamerkan wajah aegyonya.
Senyuman lebar aku ajukan
sembari melihat kepergian mereka setelah mendengar suara pengumuman. Aku sangat
berharap bahwa kejadian ini akan terulang lagi saat aku benar-benar sukses
nanti.
halo Tiara :D kalau menurutku tulisanmu udah lumayan bagus kok. Aku bisa enjoy bacanya. Tapi sayangnya aku gak terlalu paham soal fandom kpop, jadi kurang bisa 'masuk' ke dalam ceritanya. Aku baca beberapa cerpenmu yang lain, dan aku pikir juga udah bagus lho. Caramu menyusun kata-kata itu mudah dipahami.
Jangan berhenti nulis cerita ya, perbanyak wawasanmu dengan membaca segala jenis tulisan. Keep writing ;)
Makasih ya gemma. Buat fanfiction untuk orang lain ternyata susah. XD. Rada minder juga sebenernya pas posting fanfiction ftisland wkwk. Makasih ya gemma komentarmu. Kamu juga makin keren ya. GBU.
halo Tiara :D
BalasHapuskalau menurutku tulisanmu udah lumayan bagus kok. Aku bisa enjoy bacanya. Tapi sayangnya aku gak terlalu paham soal fandom kpop, jadi kurang bisa 'masuk' ke dalam ceritanya. Aku baca beberapa cerpenmu yang lain, dan aku pikir juga udah bagus lho. Caramu menyusun kata-kata itu mudah dipahami.
Jangan berhenti nulis cerita ya, perbanyak wawasanmu dengan membaca segala jenis tulisan. Keep writing ;)
psst, ngomong-ngomong ini Gemma lol
Makasih ya gemma. Buat fanfiction untuk orang lain ternyata susah. XD. Rada minder juga sebenernya pas posting fanfiction ftisland wkwk. Makasih ya gemma komentarmu. Kamu juga makin keren ya. GBU.
Hapus