“Aku akan terlambat!” batinku sembari berlari dengan koper-koperku menuju pesawat yang akan segera lepas landas.        ...

Pertemuan Singkat (FTISLAND fanfiction)

/
2 Comments

                “Aku akan terlambat!” batinku sembari berlari dengan koper-koperku menuju pesawat yang akan segera lepas landas.
                Suara gemuruh terdengar lebih cepat dari lariku.
                “Ahh..” keluhku sembari membanting diri di tepi bandara.
                Pesawat yang kunanti sudah pergi. Aku menyesal telah membuang waktu bersama dengan Venia sebelum aku datang bandara ini. Aku benar-benar payah dalam memanagemen waktu.
                “Ah. Pesawatnya sudah pergi!” ucap seseorang dengan membawa sebuah kotak bekal.
                Tatapan mata aku ajukan sembari berusaha mendongak pada sosok lelaki tinggi yang berdiri di sampingku.
                Seseorang dengan kulit bewarna cerah, rambut berwarna hitam dengan poni diatas alis tebal, bibir tipis, dan baju berwarna biru bergaris yang diselimuti oleh jas putih membuat mata ini terpikat.
                Apakah dia..?
                “Lee Hongki oppa?” ucapku sembari terus mendongak pada tubuhnya yang kini menatapku.
                “Kamu mengenalku?” jawab lelaki itu membuat panas tubuh ini beranjak naik dengan drastis.
                “Aku suka dengan FTISLAND. Aku adalah fans kalian!” teriakku gembira sembari terus menatap wajah tampannya yang kini ia alihkan pada yang lain.
                “Terima kasih. Aku tidak menyangka bisa bertemu langsung dengan fansku. Hmm. Aku pernah melihatmu di suatu tempat.” ucap Lee Hongki sembari berpikir keras.
                Aku hanya bisa berdecak kagum dengan penampakannya saat ini. Ini benar-benar di luar dugaan!
                “Ah. Aku tidak sengaja melihat sebuah pamflet dimana kamu mengadakan sebuah konser disini. Apakah kamu penyanyi dari Indonesia?” ucap Lee Hongki membuat seluruh wajah ini memerah dengan hebat.
                Sebelum aku menjawab pertanyaannya, sebuah ponsel berdering dengan keras dari ponsel artis idamanku itu.
                “Maaf aku ada sebuah rekaman. Kami mau mengadakan sebuah konser di Singapore Indoor Stadium. Aku harap kamu datang. Oh ya. Ini aku berikan padamu. Sampai jumpa.” ucap Lee Hongki sembari menyerahkan kotak bekal bawaannya padaku.
                Aku terkejut sembari terus menatap kepergian lelaki itu. Aku lantas membuka kotak bekal dan mendapati sebuah Samgyetang dengan aroma yang menusuk hidung ada di hadapanku.
                “Ini adalah makanan favoritnya dan dia memberikannya padaku?” batinku sembari terus menahan bibir ini agar tidak berteriak dengan hebat.
                Sesuap sup ayam itu aku santap. Rasa yang benar-benar enak,  segar, dan hangat membuat mulut ini terus menikmatinya. Apalagi ini buatan Lee Hongki. Oh my God!
                Keterlambatanku untuk kembali pulang ternyata tidak membuat sebuah kemalangan dalam hari-hariku. Aku lantas kembali ke apartemen sembari kembali menikmati Samgyetang buatan Lee Hongki.  Yummy!
                Sebuah lagu Ftisland berjudul “Hope terdengar keras dari ponselku. Aku menutup bekal makanan itu dan menyambar cepat ponselku.
                Nomor yang tidak diketahui muncul dalam ponsel ini. Sebuah keraguan muncul dalam benakku. Siapa ini?
                “Halo?” ucapku sembari mendengar suara peralatan musik yang dipersiapkan.
                “Apa ini Ursula? Aku harap kamu jangan menutup telpon ya. Ini kami FTISLAND.” ucap Lee Hong Ki dengan nadanya yang sangat ramah.
                Aku lantas menekan tombol pengeras suara dan menyandarkan ponselku di atas meja makanku.
                Sebuah lagu berjudul “Time To” terdengar bersemangat muncul dari layar ponselku. Tunggu. Apakah mereka memainkan lagu ini untukku? Debaran jantung yang tak terhentikan membuatku hanya bisa berdiam diri. Tanganku bergetar, detak jantungku berdetak cepat, wajah merah memanasi wajah dan telingaku, seluruh tubuhku menggigil, dan kekaguman membuat mulutku tidak bisa mengeluarkan suara apapun.
                “Ini persembahan dari kami. Kenapa? Karena kamu sempat memperkenalkan kembali band kami saat kamu mengadakan konser sebelumnya. Terima kasih banyak Ursula.” ucap Lee Hong Ki sembari kembali memainkan lagunya yang lain.
                Lagu kali ini berjudul “Pray”. Suara yang Lee Hong Ki ajukan benar-benar mampu membuat bulu kuduk ini berdiri. Teriakan penuh semangat dan penampilan mempesona tebayang manis dalam bayanganku. Aku benar-benar jatuh cinta pada penampilan mereka.
               

                Pagi yang berbeda menyambutku dengan lebih hangat. Suasana sejuk apartemen membuatku lantas bergegas membersihkan diri dan berpenampilan rapi.
                Ketukan pintu terdengar memekakkan telinga.
                Aku bingung siapa orang yang mau bertemu denganku pagi-pagi begini.
                “Ursula, kamu dicariin tuh di bawah.” ucap temanku Venia.
                “Siapa?” tanyaku sembari mengunci pintu kamarku.
                “Teman lamamu.” ucap Venia dengan wajah penuh keraguan.
                Aku lantas melangkahkan kaki dan menaiki lift.
                Sebuah sapaan tak terduga aku dapatkan dari seekor anjing.
                “Elisya!!” teriak seseorang yang kini sedang memeluk mesra anjingnya.
                Lee Hong Ki!
                Kali ini ia tidak sendirian. Dia membawa seluruh anggotanya. Ada Jonghun, Jaejin, Seunghyun, dan Minhwan.  Aku benar-benar terkejut. Pakaian mereka sangat fashionable. Aku menjadi minder dengan mereka.
                “Ursula, lihat bahkan Elisya suka denganmu.” ucap Lee Hong Ki sembari terus bermain dengan anjingnya.
                Sebuah senyuman aku ajukan sembari ikut bermain dengannya. Sapaan ramah mereka ajukan membuat tubuh ini semakin menggigil karena kagum.
                “Kamu fans FTISLAND?” tanya Jaejin sembari menatapku dengan percaya diri.
                “Iya.” jawabku singkat sembari terus memegang kursiku yang terasa dingin ini.
                “Aku dengar kamu membuat lagumu sendiri ya? Aku senang mendengarnya. Aku akan datang ke konsermu jika kamu mengadakannya nanti.” ucap Jonghun membuat wajah ini semakin merah.
                “Terima kasih, oppa.” jawabku sembari terus memperbaiki kaca mataku yang terasa longgar.
                Suasana semakin santai. Mereka menanya kegiatanku, hobiku, kesukaanku, tempat tinggalku, dan alasan mengapa aku menyukai mereka. Kedekatan ini perlahan-lahan membuatku lebih berani berbicara pada mereka dari sebelumnya.
                Tawa mereka ajukan bersamaan saat aku mengucapkan sebuah guyonan tentang diriku sendiri. Senyuman-senyuman mereka membuatku semakin ingin lama bersama mereka.
                “Bagaimana Samgyetang yang kubuat? Apakah kamu suka?” tanya Lee Hong Ki membuyarkan lamunanku.
                “Oh. Kamu memberikan makanan lezat itu pada Ursula? Eh. Apa kamu tidak berniat memasakkan kami anggota band mu?” ucap Jaejin sembari menunjukkan wajah aegyonya.
                Elisya mengendus kaki Jaejin dalam jangka waktu yang lama. Setelah menyadari keberadaan anjing itu, ia mulai bersin dan gatal-gatal. Sontak Lee Hong Ki mengambil Elisya menjauh dari anggotanya itu.
                “Kenapa oppa?” tanyaku panik sembari terus menatapnya.
                “Ah. Aku alergi anjing.” ucap Jaejin yang terus menggaruk-nggaruk tubuhnya.
                Aku lantas memberikan ia obat alergi yang selalu aku bawa kemana-mana. Ia menerimanya dan tubuhnya perlahan tidak merasakan gatal lagi.
                Cuaca sudah semakin gelap. Mereka lantas pulang dan lagi-lagi memainkan sebuah lagu persembahan untukku. Kali ini lagu yang mereka mainkan adalah “Like Birds”.
                Lagu yang bahagia membuat senyumanku tidak luput dari wajahku. Goyangan kecil aku ajukan sembari menikmati penampilan  mereka. Meskipun ini bukan pertunjukan, mereka mampu menyajikannya sama luar biasanya seperti di pertunjukkan. Inilah yang aku banggakan dari mereka. Mereka benar-benar profesional.
                Konser FTISLAND di Singapore Indoor Stadium telah dimulai. Sebuah kendala membuat aku tidak bisa datang langsung di gedung itu. Aku lantas melihat penampilan mereka di layar TV dengan penuh kebanggaan.
               
                Hari ini aku harus kembali ke Indonesia. Dan, aku tidak boleh terlambat lagi. Aku lantas cepat mengemasi barang-barangku dan bersiap di bandara.
                Lagi-lagi takdir mempertemukan aku dengan FTISLAND. Mereka juga membawa beberapa koper. Apa mereka juga akan meninggalkan negara ini dan pergi bersamaku ke Indonesia?
                “Ursula. Apa kamu datang kemarin?” tanya Lee Hong Ki dengan penuh antusias.
                “Maaf oppa aku tidak datang.” balasku sembari menundukkan wajah dengan sedih.
                “Kamu mau kemana?” tanya Jaejin dengan wajah penuh tanya.        
                “Aku mau pulang ke Indonesia. Bagaimana dengan kalian?” tanyaku membuat semuanya mengangguk.
                “Kami juga mau pulang ke Korea. Ya. Kami berharap bisa berjumpa dengan kamu lagi. Jadilah penyanyi yang terbaik ya. Tanamkan prinsip di dalam hatimu bahwa kamu harus membanggakan negaramu. Kami akan menunggu puncak-puncak kejayaanmu nanti. Haenguneul bileoyo (semangat)” ucap Lee Hong Ki sembari memamerkan wajah aegyonya.
                Senyuman lebar aku ajukan sembari melihat kepergian mereka setelah mendengar suara pengumuman. Aku sangat berharap bahwa kejadian ini akan terulang lagi saat aku benar-benar sukses nanti.
               


2 komentar:

  1. halo Tiara :D
    kalau menurutku tulisanmu udah lumayan bagus kok. Aku bisa enjoy bacanya. Tapi sayangnya aku gak terlalu paham soal fandom kpop, jadi kurang bisa 'masuk' ke dalam ceritanya. Aku baca beberapa cerpenmu yang lain, dan aku pikir juga udah bagus lho. Caramu menyusun kata-kata itu mudah dipahami.

    Jangan berhenti nulis cerita ya, perbanyak wawasanmu dengan membaca segala jenis tulisan. Keep writing ;)

    psst, ngomong-ngomong ini Gemma lol

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih ya gemma. Buat fanfiction untuk orang lain ternyata susah. XD. Rada minder juga sebenernya pas posting fanfiction ftisland wkwk. Makasih ya gemma komentarmu. Kamu juga makin keren ya. GBU.

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.
Powered By Blogger